Membuat kerangka tulisan

Menulis merupakan kegiatan yang cukup rumit karena mempertahankan ide dan alur ide tetap pada jalurnya merupakan hal yang sulit dilakukan, karena ide dan kreatifitas kita berkembang dan berubah seiring waktu. Untuk mempertahankan alur berdasar ide awal, kita harus membuat kerangka tulisan, agar alurnya tidak berubah

Dalam penulisan artikel, kerangka tulisan berfungsi sebagai framework saat proses penulisan agar pembaca dapat merasakan bahwa tulisan memiliki pembahasan yang utuh dan mengalir.

Pentingnya Kerangka Tulisan dalam Penulisan

Dalam penulisan konten artikel yang biasanya difokuskan untuk mengulas satu keyword yang ‘dibutuhkan’ pembaca. keyword tersebut harus memiliki alur berpikir yang jelas, dalam menulis artikel online ada 2 variabel yang harus diperhatikan yang alur berpikir dan keyword.

Oleh karena itu, keberadaan kerangka tulisan pun dibutuhkan untuk memastikan bahwa penulis tidak keluar dari jalur yang semestinya. Penulis pun dituntut untuk mengetahui cara membuat kerangka tulisan untuk memastikan bahwa artikel yang akan ditulis sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu, keberadaan kerangka juga menjaga agar proses penulisan tidak terhenti di tengah jalan.

Tak jarang, penulis terserang writer’s block di tengah proses penulisan – yang tidak hanya terjadi kepada penulis fiksi saja. Dengan adanya kerangka tulisan yang jelas, maka hal tersebut dapat dihindari. Ini karena kerangka tulisan dapat berperan sebagai ‘pengingat’ ke mana arah tulisan dari penulis yang seharusnya dibuat.

Struktur Artikel

Secara umum, artikel terdiri dari tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Ketiga bagian ini selalu bisa ditemukan di dalam artikel. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

Pada bagian pembukaan, menjelaskan mengenai intro dalam memperkenalkan apa yang akan ditemukan oleh pembaca di dalam artikel. Idealnya, bagian pembukaan ini memiliki bobot 20% dari keseluruhan artikel.

Kemudian, bagian isi merupakan inti dari artikel mengenai pembahasan apa yang dibahas. Pada bagian ini setidaknya mencapai 70% dari artikel. Untuk memudahkan pembaca, seringkali isi dijelaskan dalam bentuk penjelasan yang memiliki format ber-subheading.

Terakhir, bagian penutup merupakan kesimpulan dari pembahasan artikel dengan persentase 10% dari badan artikel. Selain kesimpulan, bagian penutup ini juga bisa berisi calling to action agar pembaca melakukan sesuatu.

Cara Mudah membuat Kerangka Tulisan

Setelah tahu pentingnya kerangka tulisan bagi sebuah artikel, maka tahapan selanjutnya adalah pengaplikasiannya. Cara membuat kerangka tulisan artikel bisa saja berbeda-beda bagi setiap penulis. Akan tetapi, berikut ada beberapa langkah mudah yang dapat ditiru:

1. Menentukan Keyword

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan keyword apa yang akan menjadi topik pembahasan artikel. Sebagaimana yang telah disinggung di atas, bahwa isi dari konten artikel bergantung sepenuhnya pada keyword. Itulah yang menjadi topik yang akan dibahas.

Tak jarang, keyword ini telah ditentukan sebelumnya dan penulis hanya tinggal mengikutinya saja. Hanya saja, dalam beberapa kasus, penulis diminta untuk menentukan sendiri keyword apa yang layak dijadikan sebagai konten artikel.

Penentuan keyword ini tidak boleh sembarangan, sebab konten artikel memiliki kaitan erat dengan SEO. Harus ada proses riset yang mendahului dalam penentuan keyword untuk sebuah artikel. Ada beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk meriset keyword, namun tidak akan dijelaskan secara eksplisit di sini.

2. Riset Data Terkait Keyword yang Akan Ditulis

Begitu diperoleh keyword apa yang harus dibahas dalam artikel, langkah selanjutnya yaitu proses riset. Eksekusi dari proses ini dilakukan dengan melakukan penggalian data dari berbagai sumber mengenai keyword yang dimaksud. Biasanya, penulis konten artikel melakukan riset dengan memanfaatkan mesin pencari.

Dalam proses ini, sebaiknya penulis tidak terpaku kepada satu atau dua sumber saja. Melainkan membuka banyak sumber sekaligus. Ini dimaksudkan agar penulis memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai topik yang akan dibahas di dalam artikel.

3. Susun Variabel-variabel yang Harus Dibahas

Langkah selanjutnya yakni penyusunan variabel-variabel penting terkait keyword yang akan ditulis. Variabel-variabel ini diperoleh dari hasil riset yang telah dilakukan pada langkah sebelumnya. Penyusunan variabel ini juga turut menentukan sudut penulisan yang akan diangkat oleh penulis.

Dalam prosesnya, penulis harus mengetahui untuk keyword yang akan ditulis, variabel apa saja yang penting dan berpengaruh. Selain itu, penulis juga harus memilah, variabel mana yang harus dibahas dan mana yang tidak.

5. Buat Judul yang Menarik

Begitu mendapatkan variabel apa saja yang akan diulas di dalam artikel, selanjutnya adalah pembuatan judul. Dalam penulisan artikel, tidak disarankan untuk memberikan judul artikel setelah proses penulisan artikel selesai.

Hal itu demi menghindari ketidaksesuaian judul dengan pembahasan yang disampaikan. Terlebih lagi, pada artikel konten, judul harus bisa merepresentasikan isi artikel. Ini karena judul menjadi hal pertama yang bisa menarik minat pembaca untuk membuka artikel saat menemukannya di hasil pencarian.

6. Breakdown Judul ke dalam Beberapa Poin yang Perlu Dibahas

Pentingnya penulisan judul di awal proses penulisan adalah sebagai starting point. Dengan menuliskan judul terlebih dahulu, maka penulis akan mudah saja melakukan langkah ini, yakni breakdown dan membuat mind map penulisan.

Di sinilah proses sebenarnya dalam pembuatan kerangka artikel dimulai. Dengan melihat pada variabel-variabel penting pada keyword, judul diturunkan ke dalam beberapa sub pembahasan.

7. Susun Poin-poin Pembahasan sesuai Alur Pembahasan yang Semestinya

Proses terakhir adalah menentukan apakah susunan sub-sub pembahasan yang disusun sudah memiliki alur yang semestinya atau belum. Jika dirasa masih kurang tepat, maka inilah saatnya untuk membenarkan posisi dari setiap sub yang akan dibahas.

Hasil akhir inilah yang kemudian dikenal sebagai kerangka tulisan artikel. Pembahasan dalam artikel pun secara garis besar mengacu kepada kerangka ini. Selain itu, biasanya kerangka tulisan artikel telah ditentukan format tingkatannya (subheading 2, 3, dan seterusnya).

Memang, ada kalanya penulis menambahkan pembahasan lain dalam proses penulisan. Akan tetapi keberadaan kerangka tulisan tetap penting sebagai benang merah pembahasan secara keseluruhan. Oleh karenanya, mengetahui cara membuat kerangka tulisan bagi penulis konten artikel adalah sebuah kewajiban.


Artikel ini disadur dan disunting dari : https://komunitaspenulis.com/cara-membuat-kerangka-tulisan/

Leave a Reply